
Di luar kekuasaan, Prabowo dan koalisi dapat mengawal kekuasaan pemerintah melalui kritik yang substantif dan mengoptimalkan fungsi check and balances. Dan yang tidak kalah penting adalah, baik Jokowi, Prabowo maupun elite politik lain, harus menghindari penggunaan politik identitas dan benturan di akar rumput. Inilah kunci dari rekonsiliasi.
Tidak sesederhana berjabat tangan dan makan bersama dengan latar wayang punakawan. Tetapi, rekonsiliasi harus dimaknai sebagai upaya penyesalan atas apa yang terjadi di masa lalu. Jokowi dan Prabowo serta para pendukungnya seharusnya malu dan menyesal karena telah menebar kebencian, kebohongan dan dagelan politik lainnya.
Dengan demikian, rekonsiliasi politik harus menjawab ketidakpercayaan publik terhadap proses itu sendiri. Ia harus bersepakat bahwa polarisasi di masyarakat sudah berakhir. Dan membawa kita, bangsa Indonesia, sepakat untuk tidak bersepakat.
Cukup rezim otoriter pra-reformasi yang mewarisi ketakutan, kebohongan dan kebencian. Jokowi dan Prabowo, jangan!
Sumber: Geotimes