
Cak Imin selaku ketua umum PKB sekaligus tim koalisi Jokowi bahkan meminta 10 kursi menteri kepada Jokowi. Jika kita meminjam logika Cak Imin dalam Kabinet Kerja jilid II, bagaimana dengan permintaan partai PDIP, Golkar, Nasdem, PPP? Pastinya, Jokowi membutuhkan kabinet 100 menteri untuk mengamini logika para pelayannya tersebut.
Seandainya Prabowo dan Gerindra ikut merapat di koalisi Jokowi, betapa samar pun, pasti ada transaksi politik di dalamnya. Mustahil jika rekonsiliasi dan koalisi ini hanya bertujuan menyudahi konflik di akar rumput. Mustahil.
Hanya saja, merapatnya Prabowo dan Gerindra ke koalisi Jokowi mungkin akan ditentang oleh partai koalisi Jokowi lainnya. Alasannya, kemenangan Jokowi dalam Pilpres ini dimotori oleh partai-partai tersebut. Sehingga, hadirnya Gerindra nanti hampir pasti dianaktirikan oleh Jokowi.
Rekonsiliasi bagi Prabowo
Di sisi lain, Prabowo juga terancam kehilangan dukungan dari sebagian kelompok muslim, yang sangat militan mendukungnya dalam perhelatan Pilpres lalu. Padahal, kelompok inilah yang menjadi basis kekuatan Prabowo untuk mengalahkan Jokowi. Kelompok muslim ini menilai langkah Prabowo untuk merapat ke pemerintah adalah langkah yang kurang tepat.
Menguatkan Lembaga Legislatif dengan Government Shutdown
Read more
Sudah pasti Prabowo dan Gerindra melihat ancaman ini sebagai sebuah beban. Kecuali, jika mereka memang ingin kembali ke khitah-nya sebagai nasionalis dan menjaga jarak dengan pendukungnya dari beberapa ormas Islam yang sangat militan. Prabowo hanya harus bersusah payah mempertahankan gerbong pendukung nasionalis-moderatnya.
Rekonsiliasi yang seharusnya