
SELATPANJANG - Razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Meranti dikos-kosan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Selatpanjang, Senin (30/9), diduga bocor. Hasilnya, petugas tak mendapati satupun wanita pekerja malam itu berada di sana.
Razia yang dipimpin Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti, Helfandi, itu didampingi Kepala Bidang Operasi, Wira Gusfian, Kepala Bidang Penegakan Perda, Piskot Ginting, dan Kepala Bidang Linmas, Masdiana, serta puluhan personel lainnya.
Sebelum dilakukan razia, Kepala Satpol PP menduga informasi razia sudah menyebar dilingkungan prostitusi. Sehingga, saat petugas datang tempat tersebut seperti tidak ada aktifitas karena diduga PSK sudah melarikan diri.
Awalnya, petugas menyisir salah satu kos-kosan di Jalan Jumpul, Kelurahan Selatpanjang Barat. Hasilnya, tidak ada satupun wanita berada di sana.
Selanjutnya, petugas kembali menyisir ruko yang dijadikan kos-kosan. Dari 9 kamar yang diperiksa, hanya ada dua penghuni wanita di sana yang bekerja sebagai Sales Promotion Girls (SPG).