
"Kita patut mencurigai hal ini, karena kita tidak mau keberadaan prostitusi ini meresahkan. Kita bukan mau mendiskriminasi, tapi kalau arah mereka ke situ memang tidak boleh," kata Helfandi lagi.
Tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah memanggil pengelola kos-kosan dan pemilik ruko untuk dimintai keterangannya. "Hari ini (Senin, red), kita akan panggil pengelola kos-kosan dan pemilik ruko. Kita pertanyakan juga ruko yang dijadikan rumah walet ini kok bisa dijadikan kos," kata pria yang akrab dipanggil Iin ini.
Mantan Camat Tebing Tinggi ini pun tak menampik, jika razia yang digelar ini sudah bocor. Sebab, lokasi tersebut sudah sepi, sementara tanda-tanda sebelumnya ada aktifitas terlihat sangat jelas.
"Kemungkinan bocor ada. Padahal kami sudah melakukan operasi ini secara tertutup. Hal ini kan terlihat dilokasi pertama, di mana di sana terdapat bekas aktifitas seperti baju yang sedang dicuci dan rokok yang terlihat masih menyala," ungkap Helfandi.
Kendati demikian, Helfandi mengaku akan terus melakukan razia-razia seperti ini dan melakukan pengawasan rutin. Pihaknya juga memilih tempat hiburan sebagai target razia. Mengingat, potensi terjadinya pelanggaran di lokasi hiburan tergolong tinggi.