
Disorot Fitra dan KI Riau
Forum Indonesia untuk Translaransi Anggaran (FITRA) Riau dalam pers rilisnya menyayangkan keputusan sejumlah anggota DPRD Riau memilih kunker ke luar negri, sementara karyawan sekretarian, tenaga honor dan haria lepas belum gajian. Lebih dari itu, biaya perjalanan yang menyedot anggaran daerah Rp16,7 miliar juga dianggap sebuah pemborosan.
Pasalnya dalam setiap kunjungan dinas ke luar negeri, bahkan berulang setiap tahunnya, tidak membawa manfaat terhadap perbaikan pembangunan di Riau. Dengan demikian jelas perjalanan dinas luar negeri tersebut terkesan hanya untuk hura-hura.
"Tentu publik bertanya kegiatan apa yang akan dilakukan di negara tujuan tersebut, dan apa yang ingin dicari oleh anggota dewan dalam kunker itu. Hal ini seharusnya dapat dijelaskan oleh dewan Riau kepada publik, sehingga tidak menjadi kecurigaan terhadap perjalanan dinas tersebut," kata Manajer Advokasi Fitra Riau, Taufik dalam pers rilisnya, Kamis (14/7/2022).
Taufik mengatakan, Fitra mencatat, biaya perjalanan dinas/kunker DPRD Riau yang dialokasikan dalam APBD tahun 2022 ini mencapai Rp16,7 miliar untuk kebutuhan kunker, seperti pembiayaan transportasi taksi selama di sana, penginapan.