
"Perkiraan saya anak-anak Aki lantas mulai mengurus harta itu. Tapi masalahnya tidak sederhana. Lalu enam anak Aki menyerah, tidak mau lagi mengurusnya. Tinggal Heryanti sendiri yang masih bersemangat," ujar Dahlan.
Namun, biaya yang harus dikeluarkan Heryanti juga mahal. Biaya itu itu bukan untuk 'sogokan'.
Heryanti harus menyewa pengacara. Biasanya, biaya untuk pengacara di Singapura dihitung per jam.
"Penjelasan pengacara itu bisa saja membuat Heryanti punya harapan besar," katanya.
Lalu, Heryanti bisa saja kecewa dengan pengacara pertama. Kemudian, ia kenal dengan pengacara lainnya yang memberikan harapan lebih besar.