
Namun, undangan RUPS tetap akan dikirim ke alamat Akidi Tio di Singapura. Hanya saja, Dahlan tak mengetahui persis ke mana undangan itu dikirim.
"Bisa saja Aki memakai alamat kantor pengacara di sana. Biasa seperti itu. Kira-kira 30 tahun lalu saya juga punya perusahaan di Singapura, alamat Singapura saya juga di kantor pengacara," kata Dahlan.
Dahlan menjelaskan 12 tahun sejak meninggalnya Akidi Tio sudah lama sekali. Bisa saja saham Akidi Tio hilang atau dihilangkan.
"Itu mudah, apalagi kalau lewat hostile," imbuh Dahlan.
Ia memperkirakan salah satu pemegang saham di perusahaan Akidi Tio kecewa dan memberi tahu kepada anak-anak Akidi Tio bahwa sang ayah masih memiliki harta di Singapura.