
"Proyek itu ternyata tidak ada. Uang Rp6 miliar tersebut, katanya habis untuk mengurus penarikan danah ayah Heryanti (Akidi Tio) di Singapura," ucap Dahlan.
Menurut Dahlan, banyak orang kaya China yang memiliki bisnis di Singapura. Selain Akidi Tio, ada pula Tong Djou.
Namun, Tong Djou juga sudah meninggal. Akidi Tio dan Tong Djou adalah pengusaha seangkatan.
Dahlan memprediksi bahwa Akidi Tio memiliki beberapa mitra bisnis. Namun, Akidi Tio bukanlah pemegang saham mayoritas, sehingga keputusan dalam RUPS tetap sah meski tanpa kehadiran Akidi Tio.
"Aki kan sudah meninggal 12 tahun lalu. Setidaknya 12 tahun terakhir perusahaan itu berjalan tanpa Aki. Setidaknya sudah 12 tahun pula tidak ada yang mewakili Aki dalam setiap RUPS," jelas Dahlan.