
Selain itu, yang tak kalah penting adalah soal harga barang substitusi impor. Ia menekankan, harga juga harus bisa bersaing agar masyarakat benar-benar mengutamakan produk dalam negeri.
"Slogan yang harus dibangun itu aku cinta produk indonesia, produk lokal, atau made in Indonesia 2022. Banyak sebenarnya di berbagai negara. Tapi, kalau statement benci itu menyerang, ya kita nanti balas. Jadi, fokus ke industri kita saja," katanya.
Lebih lanjut, ia menilai pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sudah memiliki semangat untuk substitusi impor, salah satunya dalam target penurunan impor produk manufaktur sebanyak 35 persen. Arah itu sudah baik, tetapi harus diiringi dengan tindakan agar utilisasi dan produktivitas industri dalam negeri ikut membaik.
Seruan untuk lebih banyak membeli produk dalam negeri disambut baik Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). "Ini yang kami tunggu, setelah 10 tahun kami menggelorakan gerakan ayo kembali belanja ke pasar tradisional dan ayo belanja ke warung rumahan untuk cintai produk dalam negeri dan produk-produk UMKM sendiri," kata Ketua Bidang Organisasi DPP Ikappi, Muhammad Ainun Najib, dalam keterangan resmi.
Ia mengatakan, ajakan dari Presiden patut dipandang positif. Harapannya, pesan Presiden mendapat respons positif juga dari masyarakat untuk kembali berdiri di kaki sendiri.