
Cinta produk lokal adalah jargon yang sejak dulu sudah dikumandangkan setiap pemimpin di Tanah Air. Presiden Joko Widodo bahkan meminta jajarannya mendorong masyarakat untuk mencintai dan mendukung produk-produk dalam negeri serta menggaungkan untuk membenci produk-produk luar negeri.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan, tujuan ajakan itu sebetulnya baik karena mengajak untuk menggunakan produk dalam negeri. Namun, semestinya ajakan dari seorang Presiden bisa lebih diplomatif.
"Khawatirnya kalau kita gaungkan benci produk luar negeri, lalu dibalas benci produk Indonesia bagaimana? Kita jadi tidak bisa ekspor," kata Heri, Kamis (4/3).
Ia mengatakan, di banyak negara saat ini memang sudah mulai intens untuk mengajak masyarakatnya mengutamakan produk dalam negeri. Namun, hal itu dilakukan dengan slogan-slogan yang fokus pada negeri sendiri tanpa menyinggung negara lain.
Heri melanjutkan, yang terpenting adalah bagaimana agar pemerintah bisa memperkuat posisi industri dalam negeri untuk melakukan substitusi produk impor. "Itu kan perlu roadmap, apa yang mau dikurangi impornya harus diimbangi dengan kemampuan industri. Kalau kita langsung kurangi impor, nanti kekurangan barang repot juga," ujar dia.