
"Saya bingung sekaligus kesusahan, karena ini sepertinya menjadi tanggungjawab kita," lanjutnya lagi.
Kepala Dishub Kepulauan Meranti, melalui Bendahara Pengurusan Barang, Efendi, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, kapal tersebut direncanakan untuk digunakan untuk desa di Kepulauan Meranti.
"Kemarin sudah ada pembicaraan kapal ini akan diserahkan kepada desa untuk digunakan, tapi kalau dihibahkan lagi tidak mungkin. Jadi kita rencanakan untuk pinjam pakai untuk Desa Topang," katanya.
Hingga saat ini, terang Efendi, untuk pelaksanaannya pihaknya masih menyusun rancangan pinjam pakai. "Ini masih kita rancang sistemnya seperti apa, nanti kalau sudah selesai mungkin langsung ada SK penunjukkannya dari kadis atau langsung dari bupati," ungkapnya.
Untuk diketahui, KM Banawa Nusantara 3 yang diserahkan ke Pemkab Kepulauan Meranti dibuat oleh PT Barokah Marine Pekalongan. Kapal berbahan dasar kayu dengan fasilitas lengkap seperti GPS, alarm, alat pemadam kebakaran, dan black box tersebut berjumlah 100 unit untuk dibagikan ke seluruh wilayah di Indonesia, dengan harga perunitnya Rp2,5 miliar.