
"Apalagi, belum tentu seluruh blok tersebut dapat menghasilkan mengingat terdapat peluang gagal juga," katanya.
Untuk jangka menengah, Tauhid menganjurkan pemerintah untuk mengembangkan refinery plant. Termasuk yang dimiliki Pertamina, baik di Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Kasim. Sebab, hampir sebagian impor migas Indonesia (25 juta-26 juta ton) dalam bentuk hasil minyak olahan.
Kunci berikutnya, mengurangi impor solar melalui penggunaan biodiesel B-30 untuk ke depannya. Namun, Tauhid menekankan, kunci ini akan berhasil apabila industri juga turut mendukung, seperti peralihan industri ataupun kendaraan otomotif yang dapat adaptif menggunakan B-30.
"Jangan sampai B30 digunakan namun terlampau mahal investasi untuk mesin-mesin baru," katanya.*