
"Kebakaran terjadi sejak Jumat kemarin (19/7). Hingga kini, tim kita bersama aparat TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni masih melakukan pemadaman," katanya.
Ia mengatakan, upaya pemadaman cukup memakan waktu karena jenis lahan yang terbakar merupakan semak belukar dengan jenis tanah gambut. Sementara, sejak dua pekan terakhir, Kota Pekanbaru terus dilanda musim kering dengan panas menyengat serta minim hujan.
Terkait peningkatan titik api, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, karhutla di wilayahnya masih tertangani. "Di semua kabupaten/kota dilaporkan pernah ada kejadian karhutla, tetapi semuanya bisa kita tangani penyebaran luasan kebakarannya," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPBPK Kalteng Mofit Saptono Subagio, Ahad (21/7).
Ia menyebutkan, jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan yang dilaporkan kepadanya hingga Ahad (21/7) tercatat sebanyak 10 peristiwa dengan luasan lahan yang terbakar 12,76 hektare. Demi menekan luasan lahan yang terbakar, ujar Mofit, BPBPK dan BPBD di masing-masing kabupaten/kota telah mengaktifkan posko siaga bencana karhutla dan melakukan penanganan, pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemadaman bekerja sama secara terpadu bersama TNI, Polri, dan Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar).
"Kami juga mengikutsertakan masyarakat di desa/kelurahan setempat. Jangan membakar lahan dan bila melihat munculnya titik api, laporkan kepada petugas," kata Mofit.