
"Terkait Over Dimension Overloading (ODOL), beberapa rekomendasi yang antara lain, komitmen, dukungan dan kerjasama para pihak dalam penanganan ODOL, operasional jembatan timbang di jalan-jalan Provinsi yang terkoneksi dengan jalan Tol dan optimalisasi fungsi terminal tipe, peningkatan jalan yang digunakan angkutan logistik/barang dinaikkan menjadi Jalan Kelas I," ujarnya.
Gubri melanjutkan, fokus kedua pembangunan di Sumatera adalah hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA). Dengan berupaya mendorong pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan atau regulasi tentang pemerataan hilirisasi SDA berbasis komoditi unggulan di Sumatera.
Selanjutnya, menyepakati membentuk forum untuk pengawasan stabilitas harga, ketersediaan dan distribusi, serta akses pembiayaan komoditi pertanian (dalam arti luas) di Sumatera. Meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan petani berbasis korporasi dalam rangka mendukung kawasan sentra produksi pertanian/lumbung pangan di Sumatera dan sebagainya.
"Mengembangkan kawasan industri halal (zona industri halal) di Sumatera. Mendorong Pemerintah Pusat dalam penyusunan master plan kawasan industri dan pemetaan core industri pada masing-masing provinsi, serta sinergi antar kawasan industri yang sudah ada (eksisting) di Sumatera," ungkapnya.
Mantan Bupati Siak ini melanjutkan, fokus ketiga adalah penguatan jaringan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan menyepakati untuk membentuk tim teknis/pokja yang akan merumuskan konsep/tagline pariwisata halal khusus se Sumatera.