
"Tidak ada yang kuat secara fisik di rumah, adik laki-laki saya yang paling besar baru lulus SMP, yang paling kecil baru 3 tahun," ujar Hillary.
Ia kemudian menyebut dirinya berkewajiban menjaga adik-adiknya selepas kepergian almarhum ibundanya. Situasi itu, lanjutnya, membuatnya bertekad membuka diri meminta bantuan pengamanan, khususnya karena dirinya sering berselisih paham dengan banyak pihak ketika membela masyarakat Sulut.
Selain itu, menurutnya, ayahnya juga ketap khawatir kepada dirinya yang sering melaksanakan tugas politik dan tanpa sadar berselisih paham dengan kelompok ekstrem.
Hillary mengaku, dirinya bukan orang yang suka diikuti ke sana kemari. Namun, menurutnya, berbagai pertimbangan itu membuat dirinya sadar tidak memiliki kemampuan bela diri, dan hanya seorang perempuan yang punya cita-cita besar, tapi tidak bisa menutupi kemampuan fisiknya yang terbatas.
"Dan walaupun saya yakin wanita bisa jadi apa saja, saya rasa tidak ada salahnya mengakui keterbatasan diri sendiri dengan meminta bantuan selama tidak menyalahi aturan," sambung Hillary.