
JAKARTA-- Partai Demokrat mengkritik proyek cat ulang pesawat kepresidenan yang memakan anggaran hingga Rp2 miliar. Demokrat menilai pemerintah tidak memiliki prioritas, karena proyek tersebut muncul ketika masa pandemi virus corona (Covid-19).
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mempertanyakan urgensi pengecatan pesawat kepresidenan itu.
"Apakah penting dan prioritas mengecat pesawat kepresidenan saat ini? Apakah kalau tidak dicat saat ini, membahayakan nyawa presiden saat memakai?" ujar Herzaky saat dihubungi, Selasa (3/8-2021).
Ia menilai jika tidak membahayakan nyawa presiden, maka lebih baik pemerintah membatalkan rencana mengecat ulang pesawat kepresidenan itu. Menurutnya, akan lebih baik pemerintah memfokuskan anggaran yang tidak penting untuk menangani pandemi Covid-19 yang belum terkendali.
Terlebih, saat ini menurut dia, anggaran pemerintah terbatas, dan masih memiliki banyak utang. Seharusnya, kata dia, daripada memilih mengecat pesawat kepresidenan, pemerintah harusnya menambah stok oksigen atau stok vaksin gratis yang bermanfaat untuk rakyat Indonesia.
"Pemerintah kan anggarannya terbatas. Utangnya juga luar biasa," tutur Herzaky.