
Sesuai Pasal 26 PP74/2021, dasar pengenaan PPnBM sebesar 15 persen untuk mobil listrik full hybrid berkapasitas silinder 3.000 cc naik dari 13 1/3 persen menjadi 40 persen dari harga jual.
Aturan itu berlaku untuk mobil berkapasitas silinder 3.000 cc yang mengkonsumsi bahan bakar minyak lebih dari 23 kilometer (km) per liter atau tingkat emisi karbondioksida (CO2) kurang dari 100 gram per km.
Selain itu, ketentuan juga berlaku untuk motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar lebih dari 26 km per liter atau tingkat emisi CO2 kurang dari 100 gram per km.
Selanjutnya, Pasal 27 PP/74/2021 merevisi dasar pengenaan PPnBM sebesar 15 persen untuk mobil listrik full hybrid berkapasitas silinder 3.000 cc dari 33 1/3 persen menjadi 46 2/3 persen dari harga jual.
Kriteria berlaku untuk mobil berkapasitas silinder 3.000 cc yang mengkonsumsi bahan bakar minyak paling rendah 18,4 km sampai 23 km per liter atau tingkat emisi karbondioksida (CO2) mulai dari 100 gram hingga 125 gram per km.