
"Wilayah ini memang daerah perlintasanya menuju Gunung Melintang hingga ke TNTN," katanya.
Saat ini tim BBKSDA Riau masih berada di tiga desa yang menjadi perlintasan gajah tersebut. Pihaknya tengah melakukan mitigasi dan bersinergi bersama masyarakat untuk upaya penggiringan dan mengantisipai adanya konflik antara masyarakat dan satwa tersebut.
"Sambil menunggu kesepakatan, saat ini masyarakat juga masih melakukan penjagaan di kebunnya masing-masing. Kalau malam mereka membuat api unggun untuk menghalau gajah tersebut masuk ke kebun mereka," ungkapnya.*