
"Kita semua mengetahui ada beberapa jenderal bintang tiga atau Komjen Pol dan bintang dua atau Irjen Pol yang berpeluang di bursa calon Kapolri. Soal siapa pengganti Jenderal Idham Azis, tergantung pertimbangan dan pengusulan Presiden sebelum proses persetujuan atau penolakan di DPR dilakukan," ucapnya.
Selain itu, Didik berharap kapolri pengganti Idham Azis haruslah sosok yang berintegritas dan menjunjung tinggi prinsip demorkasi. Menurutnya, kapolri baru juga harus bisa memperkuat sinergi lintas lembaga.
"Calon Kapolri kedepan harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antar lembaga, utamanya dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri," kata Didik.
Didik juga mengharapkan kapolri baru harus memiliki akseptabilitas kuat dalam internal Polri. Serta, mampu memastikan netralitas Polri dalam bertugas.
"Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis," ungkapnya.