
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution yang hadir dalam video conference tersebut menyebutkan, pemerintah provinsi punya peran mengawasi pelaksanaan aksi konvergensi intervensi stunting ini. Menurut Edy Natar, penilaian ini sangat penting sebagai salah satu alat ukur penurunan stunting yang terintegrasi yang mejadi komitmen pemerintah.
''Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan yang melakukan intervensi spesifik saja. Ini bukan diserahkan ke Dinas Kesehatan bulat-bukat saja, tapi terintegrasi semua dinas terkait. Misalnya Dinas Perikanan, harus membuat program tentang pentingnya memakan ikan untuk meningkat gizi.
Maka ini bukan hanya penilaian kepada Kepala Dinas Kesehatan saja, tapi juga menjadi penilaian kinerja Kepala Daerah,'' sebut Edy Natar.
Penanganan dan pencegahan stunting ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Riau juga. Karena berhasil atau tidaknya aksi konvergensi intervensi stunting di Riau ini juga menjadi salah satu tolak ukur penilaian kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Riau juga.
Terkait penilaian aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting ini, Kepala Dinkes Kampar Dedy Sambudi menyebutkan, pencapaian tersebut sebagai kinerja tim. Terutama karena ada dukungan dan komitmen kuat dari Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.
''Ini kerja tim. Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama. Selain Dinkes, ada 9 Organisasi Perangkat Daerah yang terlibat dan tentunya atas dukungan penuh dari Pak Bupati. Tentunya akan kita tingkatkan lagi kedepannya,'' terang Dedy.