
PEKANBARUEXPRESS(ROKANHILIR)- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Wildlife Conservation Indonesia, Kepolisian dan masyarakat, Minggu lalu (26/7-2020) berhasil melakukan evakuasi terhadap Gajah tunggal, di Desa Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.
Survey dan evakuasi terhadap Gajah tunggal yang dilakukan sejak tanggal 22 Juli itu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan individu, peluang berkembang biak, dan menghentikan konflik yang terjadi dengan manusia.
"Gajah tunggal berhasil dievakuasi pada, Ahad (26/7) sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan 2 (dua) ekor Gajah jinak yaitu Bankin dan Indah,"ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Senin (27/7).
Selanjutnya, Gajah tunggal tersebut dibawa ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga untuk pemeriksaan medis dan pemantauan perilaku. "Kegiatan pelepasliaran (Release) langsung setelah evakuasi tidak dimungkinkan karena perilaku Gajah yang agak jinak dikhawatirkan tidak dapat eksis lagi di alam dan menimbulkan konflik baru dengan manusia,"jelasnya.
Sebelumnya, hasil survey populasi kantong Gajah sumatera yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama mitra pada tahun 2018 menunjukan bahwa masih terdapat populasi Gajah sebanyak 1 ekor di kantong Gajah Rokan Hilir dikutip di riaupos. Co.
"Berdasarkan hasil identifikasi, 1 (satu) ekor Gajah berjenis kelamin betina memiliki bobot lebih dari 4 ton dan diperkirakan berumur 50 tahun,"pungkasnya.