
Fahri menambahkan, secara kasat mata kondisi Kepulauan Meranti memang berasap, namun masih tidak signifikan. "Saat ini kalau menurut kita masih kondisi sedang," tutur Fahri.
Terkait hal ini juga Fahri menilai untuk meliburkan sekolah belum perlu dilakukan. "Levelnya (kondisi asap) kita tidak tahu persis, kalau diliburkan seperti itu tentu menyalahi aturan. Jadi, ini kita mau membicarakan dulu dengan dinas pendidikan," lanjut Fahri lagi.
Fahri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DLH dan tim penanggulangan bencana kebakaran Kepulauan Meranti, namun belum juga mendapatkan informasi pasti terkait kondisi udara.
Dirinya juga menanggapi permintaan Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti untuk menyiapkan masker bagi seluruh siswa. "Sekarang berapa orang siswa di Meranti, kalau kita menggunakan seperti itu, tentunya tidak mencukupi kapasitas masker kita," sebut Fahri.
Untuk Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang sudah mengeluarkan edaran waspada pelayaran untuk mengantisipasi resiko kecelakaan. "Kemunculan kabut asap ini membuat risiko kecelakaan pelayaran semakin meningkat, dan kami mengimbau pengguna jasa untuk mewaspadai cuaca buruk saat berlayar," kata Kepala Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto.