
JAMBI - Keterlibatan oknum-oknum petani tertentu menyebabkan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kabupaten di Provinsi Jambi sulit dikendalikan. Selain itu, masih ada juga orang-orang iseng yang membuang puntung rokok ke semak belukar, juga menjadi pemicu terjadinya karhutla di daerah tersebut.
Dalam sepekan terakhir terjadi beberapa kali karhutla di beberapa kabupaten. Karhutla tersebut antara lain terjadi di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Tanjungjabung Barat dan kembali terjadi di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Luas areal hutan dan lahan yang terbakar mencapai puluhan hektare.
Karhutla di Desa Muntialo, Tanjabbar mencapai dua hektare dan karhutla di empat kecamatan di Kabuaten Sarolangun mencapai lima hektare. Karhutla di dua kabupaten itu diduga disengaja oknum-oknum tertentu.
Pemadaman karhutla di daerah itu relatif sulit karena lokasi jauh dan sulit dijangkau. Kemudian sumber air di sekitar areal hutan dan lahan yang terbakar juga sulit didapatkan.
“Lahan yang terbakar di Sarolangun terdapat di Kecamatan Sarolangun, Pauh, Batgin VIII dan Limun. Luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare. Pemadaman karhutlah tersebut sulit dilakukan karena akses masuk ke kawasan areal yang terbakar sulit,” kata Kepala Daerah Operasional (Kadaops) Manggala Agni Sarolangun, M Hakim di Jambi, Senin (22/7/2019).