
Menurutnya, karhutla di Sarolangun sudah beberapa kali terjadi sejak awal Juli lalu. Karhutla seluas lima hektare di empat kecamatan di Sarolangun juga terjadi Sabtu - Minggu (20-21/7/2019). Karhutla di empat kecamatan tersebut sudah bisa dipadamkan, Minggu malam.
“Namun petugas pemadam kebakaran masih siaga mengantisipasi kembali terjadinya karhutlah. Karhutla di Sarolangun terus berulang karena masih ada olnum-oknum petani yang sengaja membakar untuk membuka dan membersihkan lahan,”ujarnya.
Menurut M Hakim, pemadaman karhutla di Sarolangun umumnya sulit dilakukan karena akses ke kawasan hutan dan lahan yang terbakar sulit. Sebagian lokasi kebakaran berada di daerah perbukitan dan sumber air sulit.
Pada pemadaman karhutla di Limun misalnya, tambah M Hakim, lokasi kebakaran berada di perbukitan yang sulit dijangkau dan air sulit. Petugas terpaksa mengangkut air sejauh 700 meter dari lokasi pengambilan air menuju lokasi kebakaran.
Sementara kawasan hutan dan lahan yang kering mudah terbakar. Pemadaman pun sering lambat dan areal yang terbakar cepat meluas.