
"Ini fokus kita kedepannya, supaya ini disegerakan rancangannya, siapkan road-mapnya, rencana aksinya seperti apa. Saya minta pelayanan perizinan terintegrasi di desa sudah online, seperti di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dan saya ingin targetnya Desember ini sudah selesai, ini dulu. Terus nanti baru pendataan penduduk miskin secara online, kemudian monitoring ADD secara online, termasuk seluruh dinas," Alfedri, Senin (26/12/2022).
Target itu, katanya, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak dalam 5 tahun kedepan tertuang mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah melalui penerapan e-government.
"Ini pedoman kita, jangan kemana-mana dulu arahnya. Makanya kita bergerak harus cepat, dengan cara digitalisasi termasuk akuntabilitas, integritas, prestasi dan kinerja harus disiapkan melalui digitalisasi. Maka ini menjadi catatan kita bagaiman mewujudkan e-goverment khususnya dalam mempermudah pelayanan kepada masyarakat serta mempercepat penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik," ujarnya.
Ia berharap tahun depan Diskominfo punya data aplikasi setiap OPD, bahkan jika perlu per bidang punya satu aplikasi.
"Karena kini sudah jamannya begitu, harus cepat. Teknologi bukan sekadar gaya-gayaan canggihnya suatu sistem, bukan pula sebagai ajang pamer sesaat, namun teknologi adalah alat untuk mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien," katanya.