
"Masukan masukan bapak Shaw tadi merupakan jadi bahan perubahan untuk meningkatkan Pengelolahan dan Produksinya Lebih Perfect. Jadi selain untuk memperbaiki yang disampaikan Mr. Shaw, kami minta didorong juga untuk pasar pasar di kuala lumpur melalui Apindo Provinsi Riau,”tutupnya.
,"jelas Leni.
Ditambahkan Leni, dari hasil lebah madu Wilbi ini lebih kurang 5 Ton Perbulan, artinya itulah nilai produksi saat ini. Kalau seandainya permintaan ini berkembang dan selalu berkembang tentu produk kita ini produksinya bisa ditingkatkan.
Dalam hal tersebut, Consultan Pakar Makanan Siaw Chon Lok mengatakan, "Saya sudah pergi ke beberapa pengusaha nenas, kemudian pengusaha pengusaha lainnya. Disini layanannya istimewa, jadi saya dan tim investor dari Malaysia walaupun negaranya kecil tapi permintaan kami tinggi, pasar dari Malasia itu permintaannya tinggi.
“Jadi madu hasil Bumi atau hasil alam ini, kalau produksi nya lebih tinggi maka kami pasarkan keMalaysia, karena Malaysia ramai membeli madu, ramai orang membeli madu untuk kecantikan dan kesehatan, lebih lagi madu ini mempunyai khasiat yang tinggi bagi kesehatan, Jadi semoga pengusaha pengusaha terus semangat dan ditingkatkan lagi produksinya, dan saya mengucapkan terimakasih kepada semua yang bawak saya kesini. Semoga pengusaha madu ini datang kemalaysia, nanti saya lihatkan pengelolahan dan produksinya serta membuat suatu Forum untuk membahas tentang madu ini. Saya tunggu dimalaysia,” tutupnya.
Wakil Ketua Konsultan Malaysia DPP Apindo Riau, Awaludin Nasir mengatakan sepakat denganSiaw Chon Lok ."Nanti kita akan mencoba bantu pembinaannya, seperti apa dan selanjutnya, perlu kesabaran tetapi dari sisi infrastruktur tahapan produksi madu Wilbi ini bagus," jelasnya.