
Tawaran tersebut tidak serta-merta di aamiini peserta. Pihak peserta juga mempertanyakan kualitas wasit yang memimpin pertandingan. "Kami mempertanyakan kualitas wasit yang memimpin pertandingan, soalnya keputusan wasit sangat merugikan atlet," kata official salah seorang peserta.
Selain itu, Mulyadi salah seorang official karate Kabupaten Bengkalis mengemukakan ada oknum wasit yang diduga melobinya dengan iming-iming kemenangan bagi atletnya dengan imbalan sejumlah uang sebelum keberangkatan ke Kuansing. Namun, ditolak oleh yang bersangkutan.
Sementara itu, Karnidi tak begitu merespon tentang perilaku oknum wasit. Menurutnya, terkait perilaku bukan kewenangan pihak panitia.
"Soal prilaku wasit, itu (wasit) urusan dewan wasit. Kami (panpel) berusaha menyelenggarakan pertandingan sebaik mungkin," ujarnya.
Beberapa saat kemudian pihak Panpel memanggil Murseno selaku koordinator wasit untuk mendengarkan keluhan peserta terhadap kepemimpinan wasit. Jawaban Murseno tidak terdengar jelas, karena suara musik tidak dimatikan. Akibatnya, ada tim manager yang mendekati sembari menundukkan kepala agar apa yang disampaikan jelas terdengar.