
"Tujuan utama kita adalah untuk mengelola fisik gabah dan nantinya akan menyediakan beras berkualitas baik dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, yang nantinya akan bermuara pada pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran di pedesaan dan mengurangi arus eksodus tenaga kerja muda dari desa ke kota," harap Pj Bupati.
Kamsol menyampaikan target 5 tahun ke depan adalah membangun 30 kawasan rice estate mencakup total area 30.000 hektare sawah. Output utama beras kurang lebih 18.000 ton per tahun .
Totalitas agribisnis perberasan mencakup tanaman padi, budidaya ikan, pertenakan, green house (rumah hijau) , penangkaran benih, pelatihan kader muda untuk pertanian modern, mencetak manajer muda pertanian yang handal dan modern dan juga down-stream industries mencakup pabrik tepung beras, pabrik mi beras dan minyak dedak/ rice bran oil.