
Dijelaskan Iskandar, banyak pekerjaan rumah yang akan diselesaikannya bersama pengurus yang baru. Apalagi Riau akan mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kuansing.
Ia juga akan segera mendata pembinaan bagi atlet yang telah disiapkan cabor. Jika ada Cabor yang unggulan di daerah, itu tentunya harus dibina secara intensif.
"Bayangkanlah jika 12 kabupaten/kota bisa menjuarai 1 cabor, itukan modal bagi provinsi Riau. Di samping itu provinsi juga harus mendukung. Tak adalagi pemisahan kegiatan yang ada mungkin pemisahan anggaran, kalau KONI Provinsi itu tentu anggarannya dari Pemda Riau, dan KONI Kota Kabupaten anggarannya juga tentu dari Pemko Pemkab," katanya.
Untuk itu Iskandar menghimbau mari bersama menggalang kekuatan untuk mencari sponsorship di perusahaan besar, baik swasta maupun pemerintah. Paling tidak ada 1 perusahaan besar yang sebagai bapak angkat cabor apa yang dia bisa seusai dengan kemampuan perusahaannya, tambahnya.
Iskandar Hoesin kembali menyampaikan visi dan misinya kepada seluruh pengurus caretaker KONI Riau, KONI Kabupaten Kota, dan pengurus provinsi cabang olahraga. Di mana visinya terwujudnya KONI Riau sebagai lumbung atlet berprestasi tingkat Nasional, Regional dan bahkan internasional. Dengan melibatkan atau mengikutsertakan KONI Kabupaten Kota se Provinsi Riau. Dan beberapa misi di antaranya, melibatkan Pengprov cabor dalam penyusunan anggaran,” kata Iskandar Hoesin.