
"Apalagi pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2024 nanti seluruh desa yang ada di Indonesia masuk kedalam desa eisata dan desa budaya," jelas Zulia
Zulia menambahkan, pengembangan budaya yang sifatnya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, jangan lagi hanya dijadikan tamu undangan. Ke depan nya akan lebih baik perlunya komunikasi intens dengan pihak desa, kecamatan hingga ke dinas.
"Apalagi Pemkab Kampar sudah berinisiatif melakukan kerjasama tentang wisata dan budaya dengan Pertamina Hulu Rokan, CSR Bank Riau Kepri, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Provinsi Riau. Saat ini kami terus melakukan pengembangan wisata dan budaya Kabupaten Kampar ke tingkat nasional hingga ketingkat internasional, sebagai contoh Candi Muara Takus sudah diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Kebudayaan Dunia," jelas Zulia Dharma.
"Kami menambahkan apa yang sudah disampaikan Pak Kadis, bahwa harapan kami, jadikanlah kebudayaan daerah (Kabupaten Kampar) sebagai mata pelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, jadi tidak hanya dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler semata," harap Kepala Bidang Kebudayaan Jhon Mainir.
Jhon Mainir menambahkan, termasuk merencanakan apa yang didapat setelah desa budaya di SK kan. Mari bekerjasama dengan semua pihak hingga nantinya bisa melahirkan sebuah Perbup, dan paling kurang mendapatkan Surat Edaran sehingga bermuara kepada muatan lokal dan anggaran bisa didapatkan dari dana desa bahkan hingga ke APBD.