
Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah pagi ini ditopang oleh meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko, termasuk mata uang di negara berkembang. Hal ini ditandai dengan kenaikan indeks saham AS dan sebagian Eropa pada perdagangan kemarin.
"Kinerja perusahaan yang membaik di kuartal II ini menjadi pendorong minat pasar terhadap risiko," terangnya kepada CNNIndonesia.com.
Namun, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus covid-19 global bisa mengerem penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab, pasar masih mewaspadai pergerakan kasus covid-19 di Indonesia yang masih menunjukkan tren kenaikan, meski beberapa kali jumlah kasus harian turun.
Ia memperkirakan mata uang Garuda melaju di rentang Rp14.300 hingga Rp14.380 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Rupiah mungkin masih bisa memanfaatkan momentum penguatan kemarin untuk menguat kembali hari ini," imbuhnya.