
Diketahui, Kampar surplus 30 ton perhari sehingga kapasitas ICS tidak memadai untuk pengolahan hasil panen ikan patin.
Selanjutnya, Yusri juga memaparkannya untuk isu strategis yang kedua, ialah dua per tiga Kebun sawit di Provinsi Riau ada di Kabupaten Kampar, khusus untuk kebun karet ada 96 ribu hektare yang belum melakukan peremajaan.
"Kita akan sampaikan kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia. Dan yang ketiga, sektor pertanian yang mana pemerintah menaruh perhatian khusus dari Pemerintah Pusat diantaranya peremajaan embung-embung yang ada di Kabupaten Kampar yang saat ini tidak berfungsi. Banyak yang bocor yang mengakibatkan air terbuang dan tidak dapat mendukung pertanian secara maksimal," jelas Yusri.
Sedangkan keempat, ialah mengenai abrasi disepanjang sungai Kampar, dibutuhkan pembangunan tembok penahan tebing. Dalam hal ini Pemda Kampar tidak memiliki kewenangan untuk membangun, diharapkan bantuan pemerintah Pusat melalui Menteri PUPR Republik Indonesia.
Dan diakhir keterangannya Sekda akan menyampaikan isu strategis tentang komoditas Pariwisata yang ada di Kabupaten Kampar, diantaranya Kabupaten Kampar memenangkan juara satu tingkat nasional surga tersembunyi batu Tilam dan juara tiga untuk katwgori yang sama pada objek pariwisata lainnya,” tutup Yusri