
JAKARTA -- Ivermectin naik daun menjadi salah satu obat terapi covid-19 yang paling banyak diburu masyarakat. Khususnya, setelah Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim Ivermectin telah mendapatkan izin edar sebagai obat terapi covid-19 di tengah lonjakan kasus.
Erick ingin obat racikan PT Indofarma Tbk, anak usaha PT Bio Farma (Persero), itu sebagai salah satu obat murah bagi masyarakat dalam melawan covid-19. Tapi, kenyataannya, harga obat ini dijual bervariasi di pasar, dengan kecenderungan lebih mahal di e-commerce ketimbang apotek.
Apotek Kimia Farma di kawasan Cinere, Depok, misalnya, menjual Ivermectin buatan Indofarma seharga Rp7.500 per butir. Harga ini tidak jauh berbeda dari harga yang dipatok Eric Rp5000 hingga 7000 perbutir.
Penjualan harus dilakukan sesuai resep dokter yang disertakan oleh para pembeli. Saat ini, rata-rata pembelian obat Ivermectin umumnya sekitar 10-15 butir per resep.
"Kami jualnya sesuai resep. Wajib pakai resep dokter karena sekarang diminta buat pelaporan pengeluarannya. Jadi, sekarang dipantau dari pusat untuk pengadaan Ivermectin ini, jadi lebih ketat dan takut ada penyalahgunaan juga kalau tak sesuai indikasi resep ke pasien," kata salah satu apoteker yang enggan disebutkan namanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/7).