
BANGKINANG KOTA – Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH, yang diwakili oleh Sekda Kampar, Drs H Yusri MSi mengatakan, melalui konvergensi stunting dari total 8 aksi tahun 2020 telah terjadi penurunan angka stunting di Kampar.
“Awal tahun 2019, kita (Kampar) telah memetakan 10 desa sebagai lokasi stunting, terdata sebanyak 292 anak. Setelah dilakukan penangganan stunting di Kampar konvergensi stunting dengan 8 aksi pada akhir tahun 2019, telah terjadi penurunan menjadi 160 anak,” ujar Yusri.
Hal ini diungkapkan Sekda Kampar dalam presentasi terkait aspek kinerja Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) di setiap kabupaten kota di wilayah Provinsi Riau, di hari kedua melalui aplikasi zoom cloud meeting di Aula Balai Bupati Kampar, Selasa (25/5-2021). Penilaian ini dihadiri oleh Kepala OPD terkait, PKK Kabupaten Kampar.
Dalam kesempatan itu, tim penilai kinerja stunting Riau dalam pernyataannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penilaian kinerja stunting sekaligus mengevaluasi apa saja kinerja yang sudah terindikasi baik atau yang masih perlu ditingkatkan dari kabupaten kota yang ada di Riau.
Seperti diungkapkan Yusri juga, walau terjadi penurunan angka Stunting di Kampar, namun jumlahnya tetap merisaukan juga. Harapannya, melalui lintas program dan lintas OPD dapat dikurangi ke angka paling minimal. Sebagaimana yang telah diketahui Kabupaten Kampar berhasil mendapatkan predikat terbaik Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2020.