
Bupati mengatakan, dia telah mengusulkan dana bantuan keuangan (Bankeu) kepada pemprov Riau untuk melanjutkan lanjutan pembangunan tiga jembatan yang belum tuntas dikerjakan pemerintah provinsi, dan satu jembatan yang perlu perbaikan. Ke empat jembatan tersebut yakni, jembatan Gantung Salo, jembatan Gantung Desa Kuapan Koto Perambahan, jembatan Limau Manis, dan jembatan Gantung Durian Tandang. Total usulan sebanyak Rp 53,216 milyar.
Untuk mewujudkannya, Bupati Kampar berharap, anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kampar untuk memperjuangkan kelanjutan pembangunan jembatan ini. "Tentunya kita mohon dukungan anggota DPRD Provinsi Riau dapil Kampar dan seluruh pihak terkait sehingga pembangunan jembatan ini bisa dilanjutkan," harap Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.
Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir. H. Azwan, M.Si menambahkan, kelanjutan dan perbaikan jembatan tersebut sangat dibutuhkan segera untuk mencegah kerusakan material jembatan dan bila jembatan ini berfungsi maka akan menjadi penyambung aksebilitas jalan yang fungsinya sangat vital menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat. "Jembatan ini juga akan mendukung pusat pariwisata serta membuka keterisolasian," ujar Azwan.
Untuk diketahui, jembatan gantung sungai Kampar Desa Sipungguk, dibangun Pemerintah Provinsi Riau tahun 2014. Jembatan Desa Limau Manis dibangun Pemprov Riau tahun 2017, dan jembatan gantung desa Kuapan dibangun tahun 2013. Hibah aset jembatan ini sudah diserahkan pemprov Riau ke Pemkab Kampar pada tahun 2020 bersamaan dengan jembatan Durian Tandang. Sedangkan jembatan Tanjung Berulak dibangun Pemkab Kampar tahun 2018 dan tahun 2021 ini dilanjutkan pembangunannya hingga tuntas. (Rls)