
Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku sangat kecewa dengan DPR yang mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. DPR dinilai tidak menjadi wakil rakyat yang mendengarkan rakyatnya.
"Dengan disahkannya RUU Cipta kerja ini maka saya terus terang sangat-sangat kecewa. Karena DPR yang merupakan wakil rakyat lebih banyak mendengar dan membela kepentingan pemilik kapital dari pada membela kepentingan rakyat banyak," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Anwar Abbas menyebut Indonesia kini telah dikuasai oligarki politik. Dia menilai, dunia perpolitikan semakin tampak dengan jelas sehingga tidak ada yang berani menyuarakan suara yang berbeda dari kepentingan pimpinan partainya.
"Karena takut oleh pimpinan partainya mereka itu akan di PAW,” tegasnya.
Selain itu, beratnya ongkos politik menurutnya membuat politikus harus meminta kucuran dana dari pemilik modal atau pengusaha.