
Pekanbaru - Gubernur Riau Syamsuar, bersama Dirjen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ikut menanam mangrove di Bandar Bakau, Kota Dumai, dalam rangka untuk mencegah terkikisnya daratan akibat abrasi air laut di Riau. Dan juga sekaligus memperingati hari Mangrove sedunia, yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia.
“Indonesia memiliki sebaran ekosistem mangrove terluas dunia, yakni seluas 3,31 juta gektar, atau 20 persen dari luas total mangrove dunia. Sedangkan untuk Riau sendiri tercatat seluas 222 ribu hektar yang tersebar di 7 Kabupaten Kota, yakni Kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Siak dan Kota Dumai,” ujar Gubri Syamsuar yang didampingi bersama Kapolda Riau, Danrem 031 WB, Walikota Dumai dan Ketua DPRD Riau mengatakan, peringatan hari Mangrove sedunia setiap tanggal 26 Juli merupakan
Menurut Gubernur, di Riau penanaman mangrove dilakukan sepanjang 137 km, dan sudah masuk dalam RPJMN. Dan langkah bersama dalam rangka menangani banyak nya kerusakan mangrove dan berkurangnya pulau kita di pesisir yang berhadapan langsung dengan Malaysia,” ujar Gubri lagi seperti dilansir media center.
Dipilihnya Dumai sebagai tempat penanaman mangrove, bersama Provinsi lainnya se Sumatra, menurut Syamsuar dikarenakan daerah sepanjang pantai di Dumai telah mengalami terjadi abrasi yang cukup parah. Tekanan dan eksploitasi terhadap ekosistem mangrove terutama disebabkan oleh konversi mangrove menjadi tambak udang liar.
“Selain itu juga terjadi perluasan perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar dan pembangunan infrastruktur. Ekosistem mangrove yang relatif tidak terganggu tinggal 4.850 hektar, atau jauh menurun dari seluas 261 ribu hektare. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah nyata dan perhatian kita dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove tersebut," ungkap Gubri. (*)