Manajer CD RAPP, Binahidra Logiardi mengatakan, program pertanian sudah berjalan dua dekade. Program ini, dikatakan Binahidra merupakan fokus awal CD RAPP.
"Sampai saat ini, ada 105 pokok tani, ada yang tanaman pangan dan buah-buahan yang kita integrasikan dengan pertanian dan peternakan. Untuk peternakan, khususnya sapi dan dihasilkan juga kompos berbentuk cair dan padat," jelas Binahidra.
Program Pertanian Terpadu yang dilaksanakan oleh CD RAPP sejak 4 tahun terakhir ini. Diantaranya kampanye untuk satu desa satu komoditas (one village, one commodity - ovoc). Ia berharap di setiap desa sekitar daerah operasional RAPP punya komoditas unggulan, baik itu dari pertanian atau dari unit lainya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan, Ir Syahfalezi MSi, mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, kapasitas pengetahuan SDM dalam pemahaman dalam teknis pertanian sangat diperlukan oleh para petani. Pelatihan diharapkan dapat memberikan pemahaman bukan hanya produksi tapi juga pendapatan.
“Oleh karena itu, keterpaduan ini harus lebih disikapi dengan keseriusan. Kita menyikapi dari kekurangan-kekurangan dan penangganannya, mulai dari hilir juga kita sikapi, bukan hanya kapasitas petani, sarana dan prasarana produksi, tetapi kita juga menyikapi bagaimana pangsa pasar. Pasar menyikapi apa yang kita tawarkan dan kami sebelumnya sudah melakukan penawaran dan kerjasama untuk tanaman sayuran," tegasnya.*