
Selain diajak menikmati asrinya hutan Mangrove, wisman ini juga diajak untuk menikmati permainan masyarakat lokal, yakni lomba lari diatas tual sagu.
"Dengan paket wisata yang menarik, mereka kami ajak berwisata sungai dengan menggunakan sampan sampai ke hulu Sungai Bokor. Mereka tertarik untuk menikmati rindangnya hutan Mangrove. Setelah itu wisatawan kami ajak melihat langsung lomba lari di atas tual sagu sebagai ciri khas permainan rakyat khas Bokor," ujar Sopandi Rozali.
Setelah menikmati asrinya pemandangan desa, wisatawan asal eropa itu pun diajak ke homestay untuk melepas lelah, selanjutnya mereka dihidangkan menu khas makanan Melayu.
"Mereka kami hidangkan makanan khas Melayu, seperti sambal belacan pucuk ubi, ikan senunggang asam pedas dan menu lainnya, tampaknya mereka sangat lahap dan menyukai masakan Melayu, setelah itu mereka kami ajak menikmati suasana desa yang bersih dan asri," kata Sopandi.
Pada kunjungan terakhir, wisman diajak menikmati pemandangan dikawasan ekowisata mangrove yang baru saja dibangun Disparpora Kepulauan Meranti.