
Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.
Selain kekurangan asupan gizi dan pola hidup yang bersih dan sehat, stunting diakibatkan oleh pernikahan dini yang mengakibatkan hamil pada usia yang tidak ideal.
“Stunting boleh dikatakan Balita yang gagal pertumbuhan,” jelas Septa.
Septa dengan tegas mengatakan, stunting merupakan hal yang sangat membahayakan. Karena stunting bukanlah sebuah penyakit, tetapi stunting merupakan sebuah kecacatan yang tidak ada obatnya. Stunting tidak memiliki obat, namun stunting hanya bisa dicegah dengan pola bidup yang bersih dan sehat.
Mengingat stunting membahayakan, Kementrian Kominfo sebagai kordinator kampanye penurunan prevalensi nasional menyelenggarakan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) untuk mengdukasi para siswa SMA, mahasiswa, serta anggota komunitas Kabupaten Kampar seputar stunting, wawasan pemenuhan gizi yang seimbang, dan cara menjalani pola hidup sehat.