
BANGKINANG KOTA – Kampar merupakan kabupaten yang memiliki tingkat stunting yang mengejutkan. Sekitar sepuluh desa tergolong memiliki stunting yang tinggi.
Hal tersebut dikatakan Kasie Prodiksi Konten dan Diseminasi Kesehatan Kementrian Kominfo, Septa Dewi Anggraeni seusai pembukaan forum sosialisasi generasi bersih dan sehat Kabupaten Kampar, Senin (01/10) di Hotel Altha Bangkinang.
Septa mengungkapkan, berdasarkan penelitian dari Kementerian RI beberapa tahun yang lalu, Kabupaten Kampar memiliki 10 desa yang tingkat stuntingnya tinggi.
Dijelaskannya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting terjadi pada usia 1000 hari pertama terhadap Balita.
Sementara itu, Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.