
"Ini akan kita balik, jika tempat pemotongan saat ini berada didepan maka itu akan dipindahkan ke belakang. Dan tempat jualannya yang digeser kedepan. Sebenarnya ini bisa saja dipindahkan tergantung mau atau tak mau saja," ujar Helfandi.
Sementara itu, pengurus Serikat Pedagang Pasar, Rusdi mengapresiasi tindakan yang akan dilakukan Satpol PP. Menurutnya keluhan ini sudah sangat lama mereka rasakan. Selain itu menurutnya kesan pertama sangat buruk jika ada tamu dari luar yang datang berkunjung ke pasar tersebut.
"Kita sebagai pedagang sudah sangat tidak tahan dengan kondisi seperti ini. Parahnya saat bulan puasa. Kita tak tahan dengan bau kandang babi ini, terpaksa harus menutup hidung dengan masker ataupun kain. Baunya sangat menyengat. Selain itu sebatang lebih penting yakni bagaimana menghilangkan kesan buruk terhadap pasar ini ketika ada tamu yang datang berkunjung," ujar Rusdi.
Pantauan di lapangan, di belakang bangunan kandang babi itu terdapat sungai yang langsung mengalir kelaut. Kotoran babi maupun air yang digunakan untuk membersihkan babi dibuang ke sungai itu, termasuk tulang belulang juga tampak dalam aliran sungai itu. Di antara bangunan kandang babi berdiri bangunan rumah penduduk yang mayoritas keturunan Tionghoa.*