
"Semoga dengan terbangunnya pesantren ini dapat menyelamatkan generasi muda Meranti, dan mencetak satu hafidz disatu rumah. Dan terpenting, dapat membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan perilaku menyimpang lainnya, serta mencetak kaderisasi ulama," kata Fauzi.
Ketua Yayasan Fitrah Madani itu juga bercerita, di mana terbangunnya ponpes ini berawal dari donasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang telah menyumbangkan dana sebesar Rp150 juta dan masyarakat Kepulauan Meranti yang telah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membangun Ponpes Darul Fikri. Selain itu, ada keluarga Muhammad Fauzi yang telah menghibahkan lahannya seluas 3,5 hektar.
"Hari ini (Minggu, red) genap satu tahun 1 bulan sembilan hari proses pembangunan Ponpes Darul Fikri, semenjak peletakan baru pertama oleh Ustadz Abdul Somad, dan masih banyak kekurangan fasilitas lainnya," kata Ahmad Fauzi.
Demi kelancaran pembangunan ke depan, dia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun masyarakat Kepulauan Meranti. Saat ini juga sedang berjalan proses pembangunan masjid bantuan dari pemerintah daerah Kepulauan Meranti yang menggelontorkan anggaran hampir Rp1,4 miliar.
Dikatakan Fauzi, saat ini sudah terserap anggaran sebesar Rp1 miliar. Makanya, dia mengajak semua pihak untuk bergotong royong membangun Ponpes Darul Fikri. Karena ponpes ini diprediksi akan menyerap dana Rp3 miliar.
"Saat ini sedang berjalan proses pembangunan masjid tahap pertama, mudahan bisa cepat selesai. Selain itu, kami juga membutuhkan perluasan lahan seluas kurang lebih 10 hektar dengan anggaran Rp400 juta. Lahan yang dibutuhkan luas karena Darul Fikri tidak hanya diajarkan menghafal Alquran, selain itu para santri juga diajarkan entrepreneur," ucap Fauzi.