.jpg)
Dia menambahkan, berdasarkan data BMKG, Dumai nihil hotspot, tetapi berdasarkan pantauan langsung khususnya di Kelurahan Lubuk Gaung, potensi titik api sangat besar dikarenakan titik asap masih ditemukan.
Untuk itu, personel gabungan terdiri dari BPBD Dumai regu II dan III, Manggala Agni Ops Dumai, TNI/Polri, pihak kelurahan dan kecamatan, RPK perusahaan, MPA, dan instansi terkait lainnya telah turun ke lapangan.
"Kami mengimbau para lurah dan camat agar menginformasikan ke BPBD, babinsa atau babinkamtibmas segera jika ada laporan warga munculnya asap atau api. Sehingga ini tidak meluas, karena kasus karhutla yang terjadi di Dumai akibat terlambatnya informasi yang diterima tim Satgas Darat Dumai," terang Afrilagan.
Terkait kendala dilapangan, Afrilagan menjelaskan, disebabkan lokasi kebakaran jauh didalam hutan, gambutnya dalam dan susah ditempuh dengan kendaraan roda empat.
"Selain itu, akibat kemarau panjang sumber air juga sulit, sehingga kita harus membuat embung untuk sumber air. Namun demikian, kami tetap bekerja secara maksimal untuk memadamkan api, dan melakukan pendinginan guna mencegah meluasnya kebakaran," tutupnya. *