
RENGAT - Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat diatas udara Inhu. Bau udara bekas kebakaran semakin terasa membuat sesak pernapasan.
"Keadaan udara Inhu semakin pekat dan terasa panas menyengat. Bahkan bau udara terasa bekas kebakaran. Apabila dihisap membuat sesak pernafasan," ungkap Murib, salah seorang masyarakat Kota Lirik, Kamis (12/9).
Saat ini, lanjutnya, istrinya sudah mengalami batuk-batuk serta badannya panas. Selain itu, susah untuk bernafas dengan lega akibat bau asap yang terasa seperti bekas kebakaran. "Saya berharap kabut asap akibat Karthutla cepat diatasi," ungkapnya.
Untuk memadamkan titik api penyebab asap, Satgas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu harus berjibaku memadamkan api sampai malam.
Kepala KPBD Inhu, Agus Widodo mengatakan, saat ini titik panas di Inhu terus meningkat dibanding hari sebelumnya, Rabu (11/9) kemarin terpantau 25 hostpot, namun Kamis (12/9) bertambah menjadi 26 hostpot.