
SELATPANJANG - Proses pengangkutan sampah disejumlah tempat di Kota Selatpanjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, sedikit mengalami kendala. Karena, kurangnya armada dan kerusakan kendaraan pengangkut sampah yang biasa beroperasi di kota sagu itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Said Asmaruddin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Husni Mubarak, mengatakan, saat ini DLH hanya memiliki tujuh armada dengan rincian Dam Truk 4 unit, Ambrol Truk 1 unit, dan Pick Up 2 unit.
Husni mengatakan, 4 unit Dum Truk digunakan untuk mengangkut sampah pada pagi, siang, dan malam hari.Selain itu, Ambrol Truk 1 unit difungsikan untuk dua kali mengangkut sampah dalam kontainer menuju ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Jalan Rumbia Selatpanjang. Sementara 2 unit Pick Up digunakan untuk angkat sampah pagi hari, dan satunya lagi digunakan untuk mengangkut sampah RSUD Dorak Selatpanjang.
"Untuk menangani permasalahan angkutan sampah di Kota Selatpanjang ini, seharusnya kita membutuhkan 12 mobil sampah, dan 10 unit kendaraan roda tiga seperti bajaj. Jadi, petugas bisa masuk ke gang sempit untuk memungut sampah," ungkap Husni.
Husni menambahkan, armada yang ada saat ini saja kondisinya sudah banyak yang tidak bagus, armada itu pun limpahan dari Dinas PUPR. Kendaraan tersebut adalah 1 unit pick Up dalam kondisi mati dan 4 unit bajaj yang sudah tidak bisa dioperasikan.