
Tidak ada alasan bagi satupun Puskesmas untuk tidak memberikan pelayanan 24 jam. Seluruh Puskesmas juga diminta menyiapkan satu ruangan khusus untuk melayani evakuasi korban kabut asap yang terserang penyakit ISPA. "Seluruh Kepala Puskesmas juga diminta untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya kabut asap yang sudah memicu penyakit ISPA," tegas Dedy.
Dedy menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati akan bahaya kabut asap. Masyarakat diharapakan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Jika terpaksa harus berkegiatan di luar rumah, maka pakailah masker. Para orang tua yang memiliki anak-anak dan balita agar selalu menjaga mereka. Karena ISPA lebih mudah menyerang para lansia, balita dan anak-anak, ungkap Dedy.
Ditambahkannya, dinas sudah menyediakan ribuan masker untuk masyarakat. "Karena ini ancaman tahunan, maka kita sudah persiapkan antisipasinya. Kita sudah persiapkan logistiknya," ungkap Dedy.*