
"MUI ingin menjaga keutuhan bangsa dengan mengetengahkan dialog. Karena masalah ini dapat menimbulkan efek politik dan sosial," kata alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu.
Kemudian, UAS juga meminta seluruh elemen umat Islam untuk tetap menjaga kedamaian dan ketenteraman. "Jangan terpancing. Jangan mudah termakan isu-isu," tegas peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.
Sebelumnya, MUI Pusat telah mengundang Ustaz Abdul Somad untuk menyampaikan keterangan dan pendapat mengenai tudingan-tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Kemarin, Kiai Muhyiddin telah mengatakan, pimpinan MUI Pusat merasa perlu mengundang Ustaz Abdul Somad ke kantor MUI di Jalan Proklamasi 51 Nomor 6, Jakarta, untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan begitu, MUI Pusat tidak hanya mendapat informasi dari video yang sudah diviralkan orang.