
Pada Senin pagi, sejumlah ruas jalan di Papua Barat diblokade oleh pendemo, yakni di Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan Jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Massa pengunjuk rasa juga melemparkan pecahan botol dan merobohkan papan reklame, tiang lampu lalu lintas di pinggir jalan Yos Sudarso serta membakar Gedung DPRD Papua Barat.
Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan oleh organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap para mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu (17/8).
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo, mengatakan, situasi di Manokwari, Papua Barat saat ini telah berangsur kondusif. Kemendagri akan mengumpulkan tiga kepala daerah pascakerusuhan di Manokwari.
"Alhamdulillah sudah kondusif," ujar Soedarmo saat dikonfirmasi, Selasa (20/8) .
Dia melanjutkan, sudah ada pernyataan resmi dari Mendagri Tjahjo Kumolo, terkait tindak lanjut pascakerusuhan yang terjadi di Manokwari pada Senin (19/8). Mendagri akan memanggil Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat dan Gubernur Jawa Timur untuk duduk bersama membahas dugaan persekusi yang menimpa mahasiswa Papua di Jawa Timur.*