
RENGAT - Kabut asap yang ditimbulkan oleh Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) semakin menebal di Kabupaten Inhu. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda sekolah untuk diliburkan meski orang tua siswa sudah resah.
“Pagi ini, kabut asap semakin tebal. Anak saya masih tetap berangkat sekolah tanpa menggunakan masker. Saya merasa resah kalau anak saya sakit akibat menghirup udara yang berasap ini,” ungkap Yuli yang anaknya sekolah di SD Kecamatan Lirik, Rabu (8/8).
Diungkapkannya selaku orang tua berharap agar ada kebijakan pemerintah untuk meliburkan anak sekolah kalau kondisi udara berkabut asap seperti ini. Apalagi anak-anak belum begitu kuat paru-parunya menerima udara yang tidak bersih.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Inhu belum ada tanda-tanda akan meliburkan sekolah. Malah mengirimkan surat himbauan nomor: 421/Disdikbud-Dikds/VIII/2019/1227 tanggal 6 Agustus 2019 ke seluruh sekolah untuk mengurangi aktivitas siswa diluar ruangan seperti upacara, olahraga, imtaq dan kegiatan lainnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, Kamaruzaman, Rabu (14/8) mengatakan, selain hal di atas pihaknya menyarankan kepada seluruh siswa untuk memakai masker.